International Black Panther Karate Indonesia (IBPKI) sebagai organisasi bela diri memiliki tanggung jawab untuk membina anggotanya secara berkelanjutan, baik dari segi teknik, fisik, maupun mental. Pembinaan tersebut tidak hanya dilakukan di masing-masing dojo, tetapi juga perlu wadah yang
menyatukan seluruh anggota agar tercipta kesamaan visi, misi, dan standar teknik. Latihan Gabungan adalah salah satu program kerja International Black Panther Karate Indonesia (IBPKI) Unit UIN Alauddin Makassar yang mempertemukan anggota dari berbagai dojo dalam satu kegiatan. Kegiatan ini
dilaksanakan dengan tujuan untuk menyamakan kurikulum latihan, meningkatkan kekompakan, mempererat persaudaraan, serta mengevaluasi hasil pembinaan yang telah berjalan di tiap dojo.

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) International Black Panther Karate Indonesia (IBPKI) Unit UIN Alauddin Makassar sukses menyelenggarakan kegiatan Latihan Gabungan pada 27–28 Juni 2026 di Gedung PKM Lantai 1 Kampus II UIN Alauddin Makassar. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja organisasi yang bertujuan untuk memperkuat pembinaan anggota secara berkelanjutan, baik dari aspek teknik, fisik, maupun mental.
Dengan Mengusung tema “Membangun Kesatuan, Menolak Kepunahan Demi Lestarinya Kebhinekaan Perguruan Yang Unggul”, Latihan Gabungan diikuti oleh karateka dari berbagai dojo yang berada di bawah naungan IBPKI. Selama kegiatan, peserta mengikuti materi kihon dan kata secara bersama di bawah arahan para sensei. Melalui latihan ini, seluruh peserta memperoleh kesempatan untuk menyamakan standar teknik sesuai kurikulum IBPKI, sekaligus mendapatkan evaluasi dan koreksi terhadap teknik dasar yang telah dipelajari di dojo masing-masing.
Selain berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat tali persaudaraan dan membangun kekompakan antaranggota. Suasana latihan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Nilai-nilai disiplin, rasa hormat kepada pelatih dan senior, serta kerja sama antarkarateka terlihat selama kegiatan berlangsung. Interaksi yang terjalin juga memperkuat komunikasi antara pengurus, pelatih, dan anggota dari berbagai dojo.
Melalui kegiatan ini, para pelatih turut memetakan perkembangan kemampuan setiap dojo sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan di masa mendatang. Hasil evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam menyusun program kerja berikutnya agar proses latihan di setiap dojo semakin terarah dan berkualitas.
Secara keseluruhan, kegiatan Latihan Gabungan berlangsung dengan baik, lancar, dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. UKM IBPKI Unit UIN Alauddin Makassar berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai wadah pembinaan yang mampu melahirkan karateka yang disiplin, berprestasi, berkarakter, serta memiliki semangat persaudaraan yang kuat.

Kegiatan Latihan Gabungan International Black Panther Karate Indonesia (IBPKI) Unit UIN Alauddin Makassar telah terlaksana dengan baik, lancar, dan sesuai dengan tujuan. Walaupun terdapat beberapa kendala, namun tidak mengurangi makna dan hasil dari kegiatan. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat besar bagi kemajuan International Black Panther Karate Indonesia (IBPKI) Unit UIN Alauddin Makassar. Kendala yang ada justru menjadi pembelajaran penting. Panitia menjadi lebih siap dalam perencanaan, dan karateka belajar tentang disiplin waktu serta beradaptasi dengan berbagai karakter teman dari dojo lain.
Latihan Gabungan dapat dijadikan program kerja rutin International Black Panther Karate Indonesia (IBPKI) Unit UIN Alauddin Makassar untuk menjaga konsistensi pembinaan dan standar teknik Diharapkan karateka dapat mengamalkan ilmu yang didapat di dojo masing-masing, menjadi karateka yang disiplin, berprestasi. Diharapkan dapat terus bersinergi dalam membina anggota, memberikan dukungan penuh agar standar latihan di tiap dojo sama dan berkualitas. Diharapkan IBPKI semakin solid, dikenal masyarakat, dan menjadi organisasi bela diri yang melahirkan atlet berprestasi serta berkarakter. Diharapkan pada kegiatan berikutnya dapat dilaksanakan dengan persiapan lebih matang, waktu lebih panjang, tempat lebih representatif, dan karateka lebih banyak.
