
Maros, 24–28 Juli 2026 – Unit Kegiatan Mahasiswa Riset, Keilmuan, dan Kemitraan Masyarakat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UKM RITMA UINAM) melaksanakan salah satu program kerja Departemen Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PKM) melalui kegiatan RITMA Goes To Serve (RGS) di Kelurahan Mattirodeceng, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros. Mengusung tema “Eksplorasi Lokal, Emansipasi Sosial: Mengorganisir Aset, Memantik Kemandirian Masyarakat,” kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari sebagai bentuk pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Ketua Umum UKM RITMA UIN Alauddin Makassar, Nabila Fauziah, menjelaskan
“RITMA Goes To Serve bukan sekadar kegiatan pengabdian, tetapi menjadi ruang belajar bersama antara mahasiswa dan masyarakat. Sebelum menyusun program, kami terlebih dahulu melihat potensi dan kebutuhan yang ada di Kelurahan Mattirodeceng. Dari situ, kami menghadirkan berbagai program yang menyasar berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, seperti pembinaan baca tulis Al-Qur’an, kelas Bahasa Inggris, pelatihan membaca, menulis, dan berhitung, sosialisasi biochar, workshop pembuatan teh herbal bunga telang, pelatihan pengurusan jenazah, edukasi reproliterasi, kelas kreatif, hingga forum literasi,” jelas Nabila.
Ia menjelaskan bahwa tema “Eksplorasi Lokal, Emansipasi Sosial: Mengorganisir Aset, Memantik Kemandirian Masyarakat” dipilih karena sejalan dengan semangat UKM RITMA untuk mendorong masyarakat mengenali dan mengembangkan potensi yang telah dimiliki sebagai modal dalam membangun kemandirian.
“Kami percaya bahwa setiap daerah memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Karena itu, kami mengangkat tema ini dengan harapan masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu melihat, mengelola, dan mengembangkan aset yang ada di lingkungannya. Harapannya, setelah kegiatan ini selesai, semangat belajar, berkolaborasi, dan memberdayakan potensi lokal tetap tumbuh dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, RGS menghadirkan beberapa program kerja yang menyasar berbagai kelompok usia dan kebutuhan masyarakat, mulai dari pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), kelas Bahasa Inggris, pelatihan membaca, menulis, dan berhitung, sosialisasi biochar, workshop pembuatan teh herbal menggunakan bunga telang, pelatihan pengurusan jenazah, edukasi reproliterasi, kelas kreatif, hingga forum literasi.
Berbagai program tersebut dirancang untuk memberikan edukasi sekaligus keterampilan kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan warga Kelurahan Mattirodeceng. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan kolaborasi dengan Herbite, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lau, dan Perpustakaan Kabupaten Maros sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program serta membangun sinergi antara mahasiswa dan masyarakat.
Kegiatan RGS mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pihak setempat. Babinsa Kelurahan Mattirodeceng mengapresiasi rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa UKM RITMA UINAM. Menurutnya, program yang dihadirkan tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak sekolah, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat melalui kegiatan edukatif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya sangat bersyukur karena dari beberapa kegiatan yang saya lihat dan rencana kegiatan yang adek-adek tunjukkan di awal, itu sangat luar biasa. Sangat baik untuk anak-anak kita, adik-adik kita di sekolah, baik SD maupun SMP yang ada di Mattirodeceng,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pelatihan pengurusan jenazah sebagai salah satu kegiatan yang mendapat sambutan baik dari masyarakat. Menurutnya, pengetahuan mengenai pengurusan jenazah merupakan hal yang penting, tetapi belum tentu pernah dipelajari atau dipraktikkan oleh semua kalangan masyarakat.
“Cara memandikan jenazah itu sangat disambut baik karena hal itu baik yang masih muda maupun yang sudah mulai beranjak tua seperti Pak Babinsa, belum tentu pernah melaksanakan dan belum tentu pernah melihat atau mendapatkan sedikit pelatihan hal-hal seperti itu,” jelasnya.
Mewakili masyarakat Kelurahan Mattirodeceng, Babinsa berharap kegiatan pengabdian mahasiswa dapat kembali dilaksanakan di wilayah tersebut. Ia menilai keberadaan mahasiswa selama kegiatan mendapat respons positif dari masyarakat.
“Saya mewakili masyarakat Mattirodeceng sangat menyambut adek-adek. Secara garis besar, selama saya kurang lebih lima tahun di sini, setiap ada kegiatan adek-adek, alhamdulillah masyarakat itu sangat antusias dengan keberadaan adek-adek di sini,” tuturnya.
Hal senada disampaikan oleh Amir, salah satu warga yang menjadi pemilik rumah tempat peserta selama pelaksanaan RGS. Ia mengaku sempat meragukan apa yang dapat dilakukan mahasiswa dalam waktu lima hari. Namun, setelah melihat langsung rangkaian kegiatan yang dilaksanakan, ia menilai mahasiswa RITMA mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Awal kalian masuk di Kelurahan Mattirodeceng kami menganggap remeh, kami menganggap enteng. Kami berpikir, apa yang akan mereka perbuat selama lima hari? Tapi alhamdulillah kalian bisa membuktikan. Kalian luar biasa,” ungkap Amir.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa selama kegiatan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan di Kelurahan Mattirodeceng sehingga manfaat yang diberikan dapat berkelanjutan.
“Sebenarnya saya mau meminta, semoga di kegiatan berikutnya bisa dilakukan lagi di sini, supaya ada keberlanjutan kegiatannya,” harapnya.
Sementara itu, Bahria, salah satu masyarakat sekitar, turut memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan kegiatan RGS. Ia mengungkapkan bahwa masyarakat menyambut baik kehadiran mahasiswa dan berbagai program yang dilaksanakan selama kegiatan berlangsung.
“Bagus ji, suka ji memang masyarakat. Masyarakat masih mau merasa dan masih penasaran. Mudah-mudahan kalau nanti KKN ke sini lagi,” ujarnya.
Dari sisi peserta, Azizah Zuhrufah selaku volunteer IC 14 mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat menjadi salah satu kesan yang paling dirasakan selama pelaksanaan RGS. Ia mengaku sempat merasa ragu dengan padatnya rangkaian kegiatan yang telah disusun, tetapi seluruh program akhirnya dapat terlaksana melalui kerja sama dan kolaborasi antaranggota.
“Berawal dari kesannya baik karena warga setempat juga antusias dengan kehadiran kita semua. Sebenarnya agak ragu dengan rundown yang padat dan sempat ragu apakah ini bisa terlaksana semua, tapi ternyata saya salah meragukan orang,” ungkap Azizah.
Menurutnya, pengalaman selama mengikuti RGS menjadi pembelajaran penting mengenai pentingnya kerja sama dan kolaborasi dalam menjalankan sebuah kegiatan. Ia berharap ke depan RGS dapat semakin mengembangkan kreativitas dan memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Ke depannya bisa lebih mengembangkan pola pemikiran kreatif. Mungkin ke depannya lebih banyak lagi yang bisa diajak kolaborasi karena itu juga bisa menaikkan branding dalam UKM itu sendiri,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan RITMA Goes To Serve, UKM RITMA UINAM kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang berbasis pada potensi lokal. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menjadi sarana untuk belajar secara langsung dari masyarakat serta membangun kolaborasi yang lebih luas.
Dengan mengusung semangat “Eksplorasi Lokal, Emansipasi Sosial: Mengorganisir Aset, Memantik Kemandirian Masyarakat,” kegiatan RGS diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kelurahan Mattirodeceng. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, dan berbagai pihak yang terlibat dalam upaya pemberdayaan masyarakat.
Penulis: Nur Rahma Ainun Fatima
Editor: Syahriana
