Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Adat Ujung Pandang dengan mengangkat tema “Membentuk Mentalitas Peneliti yang Tangguh, Beretika dan Berjiwa Sosial”.Melalui tema tersebut, Intellectual Camp XIV hadir sebagai wadah kaderisasi untuk membentuk generasi baru RITMA yang memiliki mental kuat, mampu berpikir kritis, menjunjung tinggi etika penelitian, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal bagi peserta untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai dan budaya organisasi di UKM RITMA.Ketua Panitia Intellectual Camp XIV, Aditya Mulyadi Syam menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menciptakan regenerasi kepemimpinan yang mampu melanjutkan estafet organisasi sekaligus melahirkan kader baru yang siap berkembang bersama RITMA. Ia juga menuturkan bahwa, “Kami berangkat dengan harapan agar para kader-kader baru ini menjadi sebuah peneliti yang memang memiliki mental yang tangguh, artinya dalam melakukan sebuah penelitian tidak cepat menyerah walaupun dikritik tetap tangguh, mau selesai penelitian nya karena penelitian yang baik adalah penelitian yang selesai. Kedua yaitu beretika, setiap penelitian memiliki kode etik jadi setiap orang mau melakukan penelitian tidak asal asalan, dan terakhir adalah berjiwa sosial. Di UKM RITMA juga adalah melakukan sebuah pengabdian sebagai nama RITMA kemitraan masyarakat artinya kita tidak lupa akan berjiwa sosial”.Selama kegiatan berlangsung, peserta dibekali berbagai materi seputar kepenulisan ilmiah, peran dan tanggung jawab mahasiswa, pola pikir analitis, kritis, dan kreatif, hingga pengenalan mengenai keritmaan. Selain itu, peserta juga mengikuti observasi lapangan dan presentasi hasil temuan penelitian sebagai bentuk pengembangan kemampuan berpikir ilmiah dan keberanian menyampaikan gagasan.Ketua Departemen Keorganisasian dan Keanggotaan, Amran menyampaikan bahwa departemennya berperan sebagai konseptor utama dalam pelaksanaan Intellectual Camp XIV karena kegiatan tersebut merupakan program kerja Departemen Keorganisasian dan Keanggotaan. Menurutnya, Intellectual Camp menjadi tahap awal bagi kader untuk memahami sejarah, nilai, dan arah gerak organisasi UKM RITMA.Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan penelitian, tetapi juga membangun mental kader agar menjadi pribadi yang tangguh, beretika, dan memiliki jiwa sosial, “Sebagaimana yang dituangkan dalam tema Intellectual Camp kali ini itu membentuk mentalitas peneliti yang tangguh, beretika dan berjiwa sosial. Artinya, kita tidak hanya fokus kepada penelitian saja, tapi kita bentuk mental kader itu sebagai peneliti dan juga punya jiwa sosial yang tinggi”. Antusias peserta selama kegiatan pun dinilai sangat baik, baik saat menerima materi maupun mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.Sementara itu, anggota Departemen Keorganisasian dan Keanggotaan, Sophia Smaragdina H. berharap Intellectual Camp ke depannya dapat berjalan lebih meriah dengan penambahan jumlah fasilitator sehingga pelaksanaan kegiatan dapat lebih maksimal.Salah satu peserta Intellectual Camp XIV, Muh. Albar dari jurusan Pendidikan Matematika mengungkapkan bahwa motivasinya mengikuti kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan kepenulisan ilmiah sekaligus mendapatkan lingkungan yang memiliki visi yang sama dalam dunia penelitian.Menurutnya, pengalaman paling berkesan selama kegiatan adalah saat melakukan studi lapangan dan mempresentasikan judul penelitian yang diperoleh dari hasil observasi. Ia juga mengaku memperoleh banyak pembelajaran baru, mulai dari ilmu pengetahuan, pengalaman, kebersamaan, hingga relasi dengan peserta lain yang aktif dalam bidang kepenulisan ilmiah, “Peningkatan kapasitas diri dan sehingga membuka wawasan saya lebih jauh tentang tata cara penelitian”.
Penulis: Fadhilah Aulia Putri
Editor: Syahriana
